Jakarta, EKOIN.CO – Bank Mandiri secara resmi mengumumkan pencapaian luar biasa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui program Sinergi Majukan Negeri yang diwujudkan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk menjadi mitra utama pemerintah dalam memperkuat sektor produktif di tanah air. Melalui skema pembiayaan yang terukur, bank dengan kode saham BMRI tersebut berhasil menjangkau ratusan ribu pelaku usaha kecil di berbagai wilayah.
Keberhasilan ini dilaporkan secara mendetail pada hari Kamis, 8 Januari 2026, sebagai refleksi kinerja sepanjang tahun 2025. Penyaluran modal kerja tersebut menjadi bukti nyata bahwa perbankan nasional memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi. Fokus utama dalam program ini adalah memastikan bahwa para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki amunisi finansial yang cukup untuk berkembang.
Implementasi kebijakan ini searah dengan visi Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo yang menekankan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Bank Mandiri berupaya keras menciptakan lapangan kerja baru melalui suntikan modal yang tepat sasaran. Dengan demikian, penguatan ketahanan ekonomi nasional dapat tercapai secara kolektif dari level akar rumput.
Data internal menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan dana KUR dengan total mencapai Rp 40,99 triliun. Angka yang signifikan ini diberikan kepada 355.658 debitur yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Hal ini menunjukkan distribusi modal yang semakin merata ke seluruh pelosok negeri.
Meskipun volume penyaluran sangat besar, kualitas portofolio kredit tetap berada dalam kondisi yang sangat sehat. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan berhasil ditekan hingga berada di bawah level 1 persen. Keberhasilan menjaga kualitas aset ini mencerminkan prinsip kehati-hatian yang diterapkan oleh manajemen dalam setiap proses seleksi debitur.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyatakan bahwa pencapaian tersebut adalah bentuk kolaborasi yang harmonis antara semua pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sektor perbankan merupakan kunci utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Pihaknya merasa optimis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Dominasi Sektor Produksi dalam Penyaluran KUR
Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan, ujar Riduan dalam keterangan resminya.
Penyaluran modal pada tahun 2025 tercatat sangat didominasi oleh sektor-sektor produktif yang mencapai 61,54 persen dari total pagu. Jika dikonversikan ke dalam angka, nilai tersebut menyentuh Rp 25,13 triliun yang dialokasikan khusus untuk kegiatan produksi. Hal ini membuktikan bahwa Bank Mandiri tidak hanya fokus pada sektor perdagangan, tetapi juga pada penguatan nilai tambah produk dalam negeri.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan penyerapan dana sebesar Rp 12,75 triliun atau setara dengan 31,23 persen. Angka ini mencerminkan dukungan kuat terhadap pilar ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas utama negara. Para petani kini memiliki akses yang lebih baik untuk membeli bibit, pupuk, serta peralatan pertanian modern.
Selain pertanian, sektor jasa produksi juga mencatatkan angka yang cukup impresif yakni sebesar Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen. Kemudian disusul oleh sektor industri pengolahan yang menyerap dana sebesar Rp 3,03 triliun atau sekitar 7,43 persen. Sektor perikanan juga mendapatkan perhatian dengan alokasi sebesar Rp 562 miliar guna mendukung para nelayan di daerah pesisir.
Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi, tutur Riduan lebih lanjut. Strategi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi industri pendukung lainnya. Pertumbuhan di sektor hulu akan secara otomatis memperkuat rantai pasok di sektor hilir.
Dalam rangka menjaga kualitas kredit, Bank Mandiri menerapkan pendekatan berbasis ekosistem yang sangat terintegrasi. Mereka menghubungkan nasabah besar atau wholesale dengan para pelaku UMKM yang berada dalam satu rantai nilai. Pendekatan ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan oleh UMKM memiliki pembeli yang pasti sehingga risiko gagal bayar dapat diminimalisir.
Strategi closed-loop yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi bisnis para debitur. Dengan terhubungnya seluruh mata rantai usaha, sinergi antara mitra usaha menjadi lebih solid dan berkelanjutan. Model bisnis seperti ini menjadi standar baru dalam penyaluran kredit produktif di masa depan.
Inovasi Layanan Digital bagi Pelaku UMKM
Bank Mandiri juga mengoptimalkan peran Mandiri Agen atau agen laku pandai untuk melayani kebutuhan transaksi harian para debitur. Kehadiran para agen ini sangat membantu masyarakat di daerah terpencil yang jauh dari kantor cabang fisik. Mereka dapat melakukan pembayaran angsuran serta transaksi keuangan lainnya dengan lebih mudah dan cepat.
Program edukasi literasi keuangan dan digital juga rutin dilaksanakan agar pelaku usaha semakin melek teknologi. Pendampingan ini bertujuan agar UMKM dapat mengelola keuangan mereka secara modern dan inklusif. Dengan pemanfaatan teknologi, proses pembukuan dan pemantauan arus kas menjadi lebih transparan bagi para pengusaha kecil.
Menatap tahun 2026, Bank Mandiri menyatakan kesiapannya untuk kembali mempercepat penyaluran KUR sesuai arahan pemerintah. Penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem akan tetap menjadi senjata utama melalui sinergi antar Mandiri Group. Integrasi layanan keuangan di dalam grup akan memberikan kemudahan lebih bagi para nasabah.
Riduan menilai bahwa program yang diorkestrasi oleh pemerintah ini memberikan nilai tambah yang besar bagi kinerja perseroan secara keseluruhan. Pertumbuhan bisnis bank akan berjalan beriringan dengan penguatan sektor riil di lapangan. Fundamental usaha yang kuat akan menjadikan Bank Mandiri sebagai institusi keuangan yang unggul di tingkat nasional.
Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. UMKM yang tangguh akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan nasional, pungkas Riduan menutup pernyataannya.
Target besar di tahun 2026 adalah menjangkau lebih banyak sektor yang selama ini belum tersentuh pembiayaan formal. Inovasi produk kredit akan terus dikembangkan agar sesuai dengan karakteristik usaha di masing-masing daerah. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif.
Pemanfaatan data analitik dalam memetakan potensi daerah juga akan ditingkatkan guna memastikan ketepatan sasaran. Proses digitalisasi pengajuan kredit diharapkan dapat memperpendek waktu tunggu bagi para calon debitur. Semua upaya ini dilakukan demi mendukung percepatan transformasi ekonomi menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
Bank Mandiri telah menunjukkan bahwa sinergi antara perbankan dan masyarakat merupakan fondasi utama pembangunan ekonomi. Melalui program KUR, distribusi modal dapat menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan dengan cara yang efisien. Keberhasilan tahun 2025 menjadi batu loncatan yang kuat untuk mencapai target yang lebih tinggi di masa mendatang.
Pemerintah dan perbankan perlu terus menjaga harmonisasi kebijakan agar iklim usaha bagi UMKM tetap kondusif. Dukungan berkelanjutan dalam bentuk modal dan pendampingan sangat diperlukan agar pelaku usaha kecil dapat naik kelas. Ekonomi kerakyatan yang kuat akan menjadi pelindung utama Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Secara keseluruhan, pencapaian penyaluran KUR Bank Mandiri mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Keberpihakan pada sektor produksi membuktikan bahwa pembangunan diarahkan pada kemandirian bangsa. Semoga langkah ini dapat terus konsisten demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





