AS-Israel Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan 30 Bom
Teheran, Ekoin.co – Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran dilaporkan menjadi sasaran serangan udara besar-besaran dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Dalam laporan sejumlah media Israel, serangan tersebut disebut melibatkan puluhan bom yang dijatuhkan secara terkoordinasi ke area yang diyakini sebagai pusat komando strategis Iran.
Media Israel Channel 12 yang dikutip The Times of Israel menyebut sekitar 30 bom menghantam kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei. Serangan disebut diarahkan ke fasilitas bawah tanah yang diduga digunakan sebagai pusat pengambilan keputusan militer dan politik Iran.
Dalam laporan itu disebutkan Khamenei berada di area bawah tanah kompleks ketika serangan berlangsung. Namun posisinya dilaporkan tidak berada di bunker terdalam yang diyakini memiliki perlindungan maksimum terhadap serangan udara berteknologi tinggi.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai kondisi maupun keberadaan pemimpin tertinggi Iran tersebut. Pemerintah Iran juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan serangan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam operasi tersebut. Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Trump menyebut kematian Khamenei sebagai peluang bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali kendali negara mereka.
Pernyataan serupa lebih dulu disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengisyaratkan bahwa pemimpin tertinggi Iran menjadi salah satu target utama dalam operasi tersebut.
Washington dan Tel Aviv dilaporkan menargetkan puluhan tokoh penting Iran dalam rangkaian serangan yang disebut sebagai salah satu operasi militer paling intens dalam konflik modern Timur Tengah.
Sejumlah media Israel juga melaporkan kemungkinan adanya korban dari kalangan keluarga Khamenei. Bahkan muncul laporan yang menyebut putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, termasuk di antara korban tewas, meski informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Serangan tersebut disebut menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai ratusan lainnya. Beberapa pejabat tinggi Iran dilaporkan termasuk dalam daftar korban, di antaranya Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan Garda Revolusi Mohammed Pakpour.
Citra satelit yang dipublikasikan sejumlah media Israel memperlihatkan kerusakan berat di kawasan kompleks kediaman Khamenei dengan sejumlah bangunan terlihat hancur akibat hantaman bom.
Meski klaim mengenai kematian Khamenei terus beredar, sejumlah anggota parlemen Iran membantah kabar tersebut dan menilai informasi yang beredar sebagai bagian dari operasi perang psikologis.
Belum adanya konfirmasi resmi dari Teheran membuat situasi semakin dipenuhi spekulasi. Jika kabar tersebut terbukti benar, kematian Khamenei berpotensi menjadi titik balik terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran sejak Revolusi 1979 dan dapat memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.





















Tinggalkan Balasan