Konsulat AS Diserbu Massa, 9 Demonstran Tewas Ditembak Usai Khamenei Gugur

Pakistan dan Irak dikenal sebagai dua negara dengan populasi Muslim Syiah terbesar setelah Iran. Kabar kematian Khamenei dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel memicu reaksi emosional di kalangan kelompok pro-Iran di kedua negara itu.
Protes atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran ini memicu gelombang kekerasan baru yang mengancam keselamatan personel diplomatik Barat di kawasan. (Foto: Dok. AFP/Istimewa)

Ekon.co – Gelombang kemarahan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memicu bentrokan berdarah di Karachi, Pakistan.

Sedikitnya sembilan demonstran dilaporkan tewas setelah aparat keamanan melepaskan tembakan saat massa berusaha menerobos pagar luar konsulat Amerika Serikat.

Aksi protes yang diikuti ratusan orang itu berubah ricuh ketika massa mendekati kompleks diplomatik Amerika Serikat sambil meneriakkan slogan anti-Amerika dan anti-Israel.

Aparat keamanan Pakistan merespons dengan tindakan keras untuk mencegah massa memasuki area konsulat, yang berujung jatuhnya korban jiwa serta sejumlah orang terluka.

Ketegangan juga meluas ke Baghdad, Irak, di mana ratusan demonstran pro-Iran berkumpul di sekitar Zona Hijau Baghdad, kawasan yang menjadi pusat kantor pemerintahan dan kedutaan asing termasuk fasilitas diplomatik Amerika Serikat.

Aparat kepolisian membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk mencegah demonstran mendekati kawasan yang dijaga ketat tersebut.

Pakistan dan Irak dikenal sebagai dua negara dengan populasi Muslim Syiah terbesar setelah Iran. Kabar kematian Khamenei dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel memicu reaksi emosional di kalangan kelompok pro-Iran di kedua negara itu.

Situasi keamanan di sejumlah kota dilaporkan masih belum stabil. Aparat meningkatkan pengamanan di fasilitas diplomatik Barat menyusul kekhawatiran aksi protes akan terus meluas seiring meningkatnya kemarahan publik terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini