Bule Rusia ‘Over’ di Bali, Berakhir Dicekik di Tengah Jalan

Sejumlah warga dan wisatawan lain tampak mengerumuni lokasi kejadian. Salah satu di antaranya sempat meminta agar tindakan dihentikan karena turis tersebut diduga sudah pingsan. Namun, Sando tetap bersikeras bahwa aksinya merupakan respons atas perilaku turis yang dinilai sudah melampaui batas.
Tangkapan layar video saat seorang turis asing diduga dicekik warga di kawasan Uluwatu, Bali, usai dituduh melakukan pelecehan.

Bali, Ekoin.co – Video aksi seorang turis asing yang dicekik warga lokal di kawasan Uluwatu, Bali, viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Turis asal Rusia tersebut diduga melakukan pelecehan terhadap seorang wanita saat dalam kondisi mabuk.

Dalam rekaman yang beredar, pria tanpa baju itu terlihat tergeletak di jalan sambil dicekik oleh seorang warga lokal bernama Belda Brig Sando, yang diketahui merupakan petarung sekaligus pemilik sasana bela diri di Bali. Ia menahan turis tersebut di tanah hingga wajahnya memerah dan nyaris kehilangan kesadaran.

“Hormati warga lokal!” teriak Sando dalam video yang beredar, Rabu (1/4/2026).

Sejumlah warga dan wisatawan lain tampak mengerumuni lokasi kejadian. Salah satu di antaranya sempat meminta agar tindakan dihentikan karena turis tersebut diduga sudah pingsan. Namun, Sando tetap bersikeras bahwa aksinya merupakan respons atas perilaku turis yang dinilai sudah melampaui batas.

“Dia mabuk, menyentuh seorang perempuan, dan tidak menghormati siapa pun,” ujarnya.

Beberapa saat kemudian, Sando akhirnya melepaskan cekikannya. Turis tersebut sempat tak bergerak sebelum akhirnya siuman dan terdengar meminta maaf sambil mengaku berasal dari Rusia.

“Aku mengerti, aku mengerti,” ucapnya dalam kondisi linglung.

Menanggapi viralnya video tersebut, Sando memberikan klarifikasi melalui media sosial. Ia mengakui emosinya sempat terpancing, namun menegaskan bahwa dirinya tidak memulai keributan.

“Dia mabuk, menyentuh orang, bahkan menampar kepala orang lain seolah itu hal normal. Tidak ada yang bereaksi sampai dia menyentuh teman saya. Saat itulah saya turun tangan,” jelasnya.

Meski demikian, Sando tetap menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang dinilai berlebihan, sembari menegaskan pentingnya saling menghormati, terutama bagi wisatawan asing.

“Saya mungkin salah, dan saya minta maaf. Tapi dia yang melewati batas terlebih dahulu,” tambahnya.

Insiden ini kembali menyoroti perilaku wisatawan di Bali, khususnya di kawasan hiburan seperti Uluwatu. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah kasus serupa kerap viral dan memicu kekhawatiran terkait ketertiban serta penghormatan terhadap norma lokal.

Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya telah menggencarkan kampanye edukasi bagi wisatawan terkait etika selama berada di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya menjaga pariwisata yang berlandaskan nilai budaya.

“Ini untuk memastikan pariwisata Bali tetap menghormati, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai-nilai lokal,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini