Jakarta, ekoin.co – Memasuki pekan ketiga Januari 2026, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar rapat koordinasi wilayah yang diikuti oleh para Camat, Kasudin, Kasuban, Lurah, serta Dewan Kota di ruang pola, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin yang memimpin rakor ini mengatakan, penurunan angka RW kumuh ini merupakan hasil kinerja bersama dan patut ditindak lanjuti agar kedepan Jakarta Pusat nihil dari status RW kumuh.
“Jadi sesuai hasil pendataan Satu Data RW 2025 oleh BPS DKI Jakarta yaitu jumlah Kecamatan kumuh sebanyak 7 Kecamatan, dan Kelurahan sebanyak 24 Kelurahan dengan total 49 RW. Dari 49 RW tersebut memiliki rincian yakni 11 RW kumuh ringan dan 38 RW kumuh sangat ringan,” ujarnya.
Lanjut Arifin, dirinya meminta para OPD dan Lurah dapat memfokuskan kegiatan pada 49 RW kumuh tersebut, seumpama terkait ketersediaan septiktank ditiap rumah dan juga keberadaan rumah yang kurang layak harus juga mendapat atensi, bisa lewat bedah rumah Baznas Bazis ataupun mencari CSR lainnya.
“Saya minta sudin SDA, LH dan juga Kesehatan dapat masuk ke 49 RW kumuh tersebut, jadi kita sama-sama berharap nanti ketika ada sensus kembali, angkanya dapat turun,” katanya.
“Semoga kita semua dapat memaksimalkan kinerja sehingga setiap RW terbebas dari status kumuh,” tutupnya. (*)





