Solo, Ekoin.co – Persis Solo bergerak agresif pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/26 demi menyelamatkan diri dari jurang degradasi.
Terbaru, manajemen Laskar Sambernyawa resmi memperkenalkan gelandang serang asal Serbia, Miroslav Maricic, sebagai jenderal lapangan tengah baru pada Selasa (20/1/2026).
Kedatangan Maricic melengkapi proyek “Serbia-Koneksi” yang tengah dibangun Persis di putaran kedua. Sebelumnya, manajemen telah mengamankan tanda tangan dua kompatriot Maricic, yakni penjaga gawang Vukasin Vranes dan bek tangguh Dusan Mijic.
Trio Serbia ini diharapkan menjadi tulang punggung pertahanan hingga lini serang Laskar Sambernyawa.
Miroslav Maricic didatangkan untuk menjawab rapor merah kreativitas lini tengah Persis yang dinilai buntu pada putaran pertama. Pemain berusia 28 tahun ini memiliki rekam jejak mumpuni bersama FK Radnik Bijeljina di Liga Premier Bosnia dan Herzegovina.
Ia diproyeksikan menjadi pengatur tempo sekaligus pelayan bagi barisan striker Persis Solo.
“Saya datang dengan target yang jelas: ingin mengubah situasi tim. Saya optimistis bisa membantu Persis untuk tetap bertahan di kasta tertinggi,” tegas Maricic dalam sesi perkenalan resminya.
Pemain bertinggi badan ideal ini mengaku tidak gentar dengan posisi Persis yang saat ini masih tertahan di papan bawah klasemen.
Menurutnya, status Persis sebagai salah satu klub bersejarah di Indonesia harus menjadi motivasi tambahan bagi seluruh elemen tim untuk bangkit.
“Jika ingin keluar dari zona merah, kita harus bekerja keras dan memberikan 100 persen di setiap latihan serta pertandingan. Persis adalah klub besar, dan kami harus menunjukkan bahwa kami layak berada di sini,” tambah pemain kidal tersebut.
Selain tantangan teknis, Maricic juga mengaku sudah tidak sabar mencicipi atmosfer Stadion Manahan yang dikenal militan.
“Saya sudah mendengar reputasi suporter di Solo (Pasoepati) adalah salah satu yang terbaik dan paling fanatik di Indonesia. Saya sangat antusias bermain di depan mereka,” pungkasnya.
Suntikan tenaga di sektor vital ini diharapkan menjadi titik balik bagi Laskar Sambernyawa untuk segera menjauh dari zona degradasi dan kembali kompetitif di paruh kedua musim.(*)





