Khamenei Wafat, Pezeshkian Bersama Dua Pejabat Tinggi Kendalikan Iran

Pengumuman tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah yang mengutip keterangan penasihat senior Khamenei, Mohammad Mokhber, mengenai mekanisme transisi setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran.
Masa transisi yang dipimpin Presiden Masoud Pezeshkian kini menjadi tumpuan bagi keberlangsungan Republik Islam di tengah ancaman kehancuran total akibat konflik bersenjata. (Foto: Dok. TV Pemerintah Iran/Istimewa)

Teheran, Ekoin.co – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei wafat dalam serangan yang oleh otoritas Teheran dinyatakan sebagai aksi brutal terhadap Republik Islam.

Mengutip laporan kantor berita AFP, pemerintah Iran menyatakan masa transisi kepemimpinan akan dipimpin oleh Presiden Masoud Pezeshkian bersama sejumlah pejabat tinggi negara.

Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei serta perwakilan dewan hukum negara disebut akan menjadi bagian dari struktur kepemimpinan sementara yang mengawasi stabilitas pemerintahan.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah yang mengutip keterangan penasihat senior Khamenei, Mohammad Mokhber, mengenai mekanisme transisi setelah wafatnya pemimpin tertinggi Iran.

Kematian Khamenei menjadi pukulan besar bagi Republik Islam Iran yang dipimpinnya sejak 1989, tidak lama setelah revolusi Islam yang mengubah sistem pemerintahan Iran dari monarki menjadi negara teokrasi.

Media pemerintah Iran juga melaporkan sejumlah anggota keluarga Khamenei ikut menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk kerabat dekat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyampaikan pernyataan duka atas wafatnya Khamenei dan menyebutnya sebagai pemimpin besar yang gugur sebagai martir. Pernyataan yang dimuat kantor berita Fars menegaskan bahwa kematian Khamenei tidak akan melemahkan tekad Iran dalam menghadapi tekanan dari luar negeri.

IRGC juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berdiri teguh menghadapi ancaman eksternal maupun upaya destabilisasi dari dalam negeri. Dalam pernyataan tersebut disebutkan pula bahwa Iran tidak akan membiarkan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut lolos tanpa konsekuensi.

Kematian Khamenei menandai babak baru krisis Timur Tengah, sementara dunia internasional kini menyoroti kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini