Jasa Penukaran Uang Menjamur di Jalanan Jelang Idul Fitri, BI Tak Menjamin Keaslian dan Jumlahnya
Jakarta, Ekoin.co – Jelang Idul Fitri, jasa penukaran uang menjamur di pinggir jalan. Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, karena tak menjamin keasliannya.
BI mengingatkan penukaran uang rupiah melalui mekanisme jual beli di luar layanan resmi memiliki risiko bagi masyarakat, mulai dari keaslian yang tidak terjamin, akurasi jumlah yang sulit dipastikan, hingga potensi penipuan yang dapat merugikan.
Merespons maraknya fenomena jasa penukaran uang di jalanan, bank sentral dalam hal ini BI mengimbau masyarakat agar hanya melakukan penukaran melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan agar terjamin keasliannya, tepat jumlahnya dan terjaga keamanannya.
“Sehubungan dengan fenomena tersebut, Bank Indonesia terus mengupayakan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk memperluas layanan penukaran uang tunai melalui kas keliling di berbagai lokasi, termasuk di lokasi yang memiliki minat tinggi terhadap layanan tersebut,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Jumat (6/3).
BI bersama perbankan menyediakan layanan penukaran uang rupiah untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, BI menyelenggarakan Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang berlangsung dari 13 Februari hingga 15 Maret 2026.
Melalui program tersebut, BI telah menyiapkan uang tunai dengan kondisi layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.
Pada tahun ini, BI menyiapkan Rp8,6 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp5,3 juta per paket. Layanan penukaran tersedia di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan oleh BI dan perbankan seluruh Indonesia. (*)






















Tinggalkan Balasan