Khamenei Tewas Digempur AS–Israel, Iran Berkabung 40 Hari Dunia di Ambang Perang Besar
Ekoin.co – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu siang (28/2/2026).
Kabar kematian tokoh yang memimpin Iran sejak 1989 itu dikonfirmasi televisi pemerintah Iran pada Minggu dini hari setelah sebelumnya ramai diberitakan media internasional dan pejabat Amerika Serikat.
Menurut laporan resmi, jenazah Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan kompleks kediamannya di Teheran yang hancur akibat rangkaian serangan udara terkoordinasi.
Beberapa media asing menyebutkan foto jasad Khamenei bahkan telah diperlihatkan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meski rincian teknisnya belum dapat diverifikasi secara independen.
Trump menjadi pejabat pertama yang mengumumkan kematian Khamenei melalui media sosial. Ia menyebut pemimpin Iran itu sebagai sosok berbahaya dan menyatakan operasi militer tersebut sebagai langkah untuk “membebaskan bangsa Iran”.
Pemerintah Iran sendiri menyatakan Khamenei gugur sebagai syahid akibat serangan tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta tujuh hari libur kerja.
Serangan gabungan AS–Israel merupakan bagian dari operasi militer berskala besar yang diberi nama Operation Epic Fury. Dalam operasi tersebut, kedua negara dilaporkan melancarkan sekitar 900 serangan dalam waktu 12 jam ke berbagai target strategis di Iran, termasuk pangkalan militer, fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara, gedung pemerintahan, serta ibukota Teheran.
Kompleks kediaman Khamenei disebut menjadi sasaran utama dalam gelombang awal serangan.
Tubuh Khamenei ditemukan dengan luka akibat pecahan proyektil di antara puing-puing bangunan yang runtuh. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyebut operasi tersebut sebagai serangan udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah militer modern.
Ia menegaskan Amerika Serikat tidak memulai konflik, tetapi akan mengakhirinya, dan memperingatkan Iran agar tidak mengancam warga Amerika di mana pun di dunia.
Kematian Khamenei dinilai sebagai pukulan paling berat terhadap pemerintahan Iran sejak Revolusi Islam 1979. Selain pemimpin tertinggi Iran, sejumlah pejabat militer dan pemerintahan dilaporkan ikut tewas, termasuk petinggi Garda Revolusi dan pejabat pertahanan negara.
Situasi dalam negeri Iran dilaporkan memanas setelah ribuan warga turun ke jalan di Teheran dan sejumlah kota besar menuntut perubahan politik. Di Provinsi Fars, patung Khamenei dilaporkan ditumbangkan dan dibakar oleh massa.
Di luar negeri, sebagian diaspora Iran juga dilaporkan merayakan kabar kematian tersebut, termasuk di kawasan London utara yang dikenal sebagai pusat komunitas Iran di pengasingan.
Tak lama setelah serangan udara, Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke sejumlah target Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk. Beberapa rudal dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan Israel dan menghantam wilayah Tel Aviv, menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.
Trump menyatakan operasi militer akan terus berlanjut. Dalam pidato video, ia menyebut kebebasan rakyat Iran sudah di depan mata dan menegaskan serangan udara presisi akan berlanjut sepanjang pekan ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan yang disebutnya sebagai perdamaian di Timur Tengah dan dunia.























Tinggalkan Balasan