Masih Tertekan Konflik Timur Tengah, IHSG Pagi Belum Bangkit dari Zona Merah
Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambruk ke level 7.896,37 pada perdagangan Rabu (4/3) pagi. Mengalami penurunan sebesar 1,41% dari penutupan sebelumnya yang ditutup melemah 0,96% ke level 7.939.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebutkan pergerakan pasar dalam jangka pendek diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik AS-Iran, terutama jika eskalasi semakin meluas dan berdampak pada pasar energi global.
“IHSG diproyeksi masih cenderung tertekan dengan target support terdekat pada 7.885–7.715 dengan resistance pada level 8.000–8.060,” kata Reza.
Mengacu data RTI pada pukul 09.45 WIB, IHSG semakin nestapa dengan koreksi 80,21 poin atau -1,01% ke level 7.859,54.
Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi rapor merah. Terdapat 402 saham melemah, hanya 151 saham yang mampu bergerak menanjak dan 140 saham lainnya stagnan.
Per pagi hari ini, IHSG sudah mencatatkan volume perdagangan 4,93 miliar lembar saham dengan frekuensi 233.627 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp2,09 triliun.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan, terutama dari luar negeri. Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian global.
Dari dalam negeri, stimulus lebaran diharapkan bisa menjadi katalis positif hari ini. (*)
- analisis IHSG hari ini
- Bursa Efek Indonesia IHSG
- dampak konflik Iran ke IHSG
- IHSG ambruk 4 Maret 2026
- IHSG hari ini
- IHSG turun hari ini
- IHSG Zona Merah
- indeks harga saham gabungan melemah
- konflik Timur Tengah
- pasar saham Indonesia melemah
- penyebab IHSG turun konflik Iran
- pergerakan IHSG terbaru
- saham Indonesia anjlok























Tinggalkan Balasan