BNI Perkuat Komitmen Kelestarian Lingkungan Melalui Aksi Bersih Pantai

Sumber dok bni.co.id

Denpasar, Ekoin.co – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar rangkaian aksi bersih pantai dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Sejak awal Februari, pihak perbankan ini bersama komunitas lingkungan Malu Dong telah melakukan pergerakan nyata di pesisir. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kondisi ekosistem laut yang kian terancam oleh limbah plastik.

Kegiatan yang berpusat di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Bali tersebut berhasil mengumpulkan material sisa konsumsi yang tidak terkelola dengan baik. Berdasarkan laporan teknis di lapangan, tim gabungan berhasil mengangkut 423 kilogram sampah yang didominasi oleh limbah plastik sekali pakai. Kesuksesan ini menjadi indikator penting mengenai besarnya tantangan pengelolaan sampah di daerah tujuan wisata mancanegara.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perseroan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan pembersihan sesekali melainkan butuh konsistensi. Pihaknya berupaya memberikan contoh nyata bagaimana sektor perbankan dapat berkontribusi langsung pada isu-isu ekologi yang mendesak.

Melalui kolaborasi bersama komunitas dan masyarakat, BNI ingin mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, ujar Okki dalam keterangan tertulis. Pernyataan ini menegaskan bahwa keterlibatan publik menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak buruk kerusakan alam di masa depan.

Proses penanganan sampah yang terkumpul tidak berhenti pada tahap pengangkutan saja dari bibir pantai. Semua limbah tersebut selanjutnya dipilah secara saksama dan disalurkan kepada pengelola resmi untuk diproses menjadi barang daur ulang. Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan puncak peringatan HPSN yang berlangsung pada tanggal 20 hingga 22 Februari 2026.

Edukasi Lingkungan bagi Pelaku UMKM dan Siswa

Selama tiga hari pelaksanaan acara puncak, BNI menyelenggarakan berbagai agenda yang menyasar beragam lapisan elemen masyarakat di Sanur. Aktivitas dimulai dengan koordinasi teknis bersama para pemangku kepentingan setempat guna menyamakan persepsi mengenai sistem tata kelola sampah. Setelah itu, tim bergerak memberikan edukasi lingkungan secara langsung kepada para pelaku UMKM yang beroperasi di sekitar pantai.

Pihak penyelenggara menyadari bahwa pelaku usaha kecil memegang peranan vital dalam rantai produksi sampah harian di lokasi wisata. Selain menyasar pedagang, penyuluhan mengenai pentingnya memilah sampah sejak dini juga diberikan kepada siswa SD Negeri 11 Sanur. Pendidikan sejak usia sekolah diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang lebih peduli terhadap kebersihan tempat tinggal mereka.

Sebagai bentuk dukungan fisik, BNI turut menyerahkan sejumlah bantuan fasilitas kebersihan yang sangat dibutuhkan oleh warga. Bantuan tersebut meliputi tempat sampah dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan jenis limbahnya, serta papan edukasi informasi lingkungan. Perlengkapan pendukung seperti rompi relawan, kantong sampah, hingga tumbler juga dibagikan guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Dukungan sarana ini ditujukan untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat agar dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan. Ketersediaan peralatan kebersihan yang memadai di sekolah dan komunitas menjadi fondasi awal terciptanya lingkungan yang higienis. Sinergi antara pemberian fasilitas dan pengetahuan menjadi strategi komprehensif yang diusung oleh perusahaan dalam program kali ini.

Implementasi ESG dalam Mendukung Sektor Pariwisata

Keterlibatan aktif relawan dan warga Desa Sanur Kauh memperlihatkan adanya penguatan kolaborasi lintas pihak yang sangat solid. Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat sektor pariwisata di Bali sangat bergantung pada keindahan dan kebersihan lingkungan pesisir. Jika pantai kotor, maka daya tarik wisata akan menurun yang berdampak langsung pada pendapatan ekonomi masyarakat lokal.

Okki menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan perusahaan. Konsistensi dalam menjalankan prinsip ini menjadi tolok ukur profesionalisme BNI dalam menjaga keseimbangan antara profit dan kebermanfaatan sosial. Keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang harmonis di antara seluruh elemen pemangku kepentingan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen BNI dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas pihak agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan, tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki visi jangka panjang yang tidak hanya terpaku pada angka pertumbuhan aset semata.

Lebih lanjut, inisiatif ini sangat sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang sedang ditekankan oleh pemerintah pusat. Fokus utama pembangunan saat ini adalah pertumbuhan ekonomi yang inklusif namun tetap menjaga kualitas lingkungan hidup. Wilayah pesisir menjadi perhatian khusus karena merupakan tumpuan aktivitas ekonomi produktif bagi ribuan nelayan dan pengelola wisata.

Melalui seluruh rangkaian aksi ini, manajemen berharap tingkat kesadaran warga terhadap pengelolaan limbah rumah tangga terus meningkat secara signifikan. Lingkungan yang bersih dan sehat akan menciptakan ekosistem yang mendukung produktivitas ekonomi dalam jangka panjang. Kelestarian alam yang terjaga akan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang di tanah Dewata.

Perseroan berkomitmen untuk terus memantau dampak dari program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga. Dengan berakhirnya rangkaian acara HPSN 2026, diharapkan semangat menjaga kebersihan tetap menyala di hati setiap individu. Transformasi budaya bersih merupakan investasi sosial yang paling berharga bagi keberlanjutan bumi kita semua.

Upaya yang dilakukan oleh instansi perbankan ini patut menjadi contoh bagi sektor industri lainnya dalam menjaga bumi. Kesadaran untuk memilah sampah dari sumbernya merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan lingkungan pesisir kita. Kolaborasi antara sektor swasta dan komunitas lokal terbukti efektif dalam menangani masalah sampah yang kompleks.

Kita perlu mendukung penuh setiap inisiatif yang berfokus pada pelestarian alam demi masa depan anak cucu. Lingkungan yang asri bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban bersama sebagai penghuni bumi. Semoga aksi nyata di Bali ini dapat menginspirasi gerakan serupa di berbagai wilayah pesisir lain di Indonesia.

Penting bagi masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari secara bertahap. Edukasi yang konsisten akan mengubah pola pikir konsumtif menjadi lebih ramah terhadap alam di sekeliling kita. Keberhasilan pengumpulan ratusan kilogram sampah plastik ini menjadi pengingat bahwa kita harus lebih bijak dalam mengelola limbah.

Dukungan fasilitas yang diberikan diharapkan dapat dirawat dan digunakan sebaik mungkin oleh warga setempat. Keberlanjutan sebuah program lingkungan sangat bergantung pada partisipasi aktif dan rasa memiliki dari masyarakat di lokasi tersebut. Mari bersama-sama menjaga keindahan pantai agar tetap menjadi kebanggaan bangsa di mata dunia internasional.

Sinergi yang kuat antara korporasi, komunitas, dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan lingkungan yang sehat, kualitas hidup masyarakat secara otomatis akan mengalami peningkatan yang sangat berarti. Mari kita jadikan momentum HPSN ini sebagai titik balik untuk lebih mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan di manapun berada.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini