BRI Peduli Yok Kita Gas Kelola Sampah di Bekasi

Hari Peduli Sampah Nasional 2026, BRI Tegaskan Komitmen Peduli Sampah dan Wujudkan Astacita Lingkungan melalui ”BRI Peduli Yok Kita Gas”. Sumber dok bri.co.id

Bekasi, Ekoin.co – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan berbagai inisiatif dalam mengatasi persoalan limbah melalui program BRI Peduli Yok Kita Gas yang secara nyata membantu penanganan masalah sampah di berbagai wilayah Indonesia. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, bank ini kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan lingkungan tetap asri sekaligus memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah kali ini berlokasi di Bank Sampah Cantik Resik, Kelurahan Jatikramat, Kota Bekasi, Jawa Barat. Momentum ini dilaksanakan tepat pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari 2026. Acara tersebut melibatkan ratusan peserta yang terdiri atas pengurus bank sampah setempat, siswa serta siswi dari SMPN 23 Kota Bekasi, hingga warga sekitar.

Pihak penyelenggara memberikan pemaparan materi yang mendalam mengenai inovasi produk dari hasil olahan limbah kepada seluruh peserta yang hadir. Berbagai metode pengelolaan sampah berkelanjutan diperkenalkan agar masyarakat di Kelurahan Jatikramat dapat mengadopsi cara tersebut di rumah masing-masing. Fokus utama dari sosialisasi ini adalah mengubah pandangan warga terhadap sampah yang semula dianggap beban menjadi sumber daya bermanfaat.

Sesi edukasi pilah sampah menjadi bagian penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai klasifikasi limbah rumah tangga. Warga diajarkan cara memisahkan sampah organik dan anorganik dengan benar sejak dari dapur mereka sendiri. Kesadaran ini sangat krusial agar proses pengolahan di tingkat lanjut menjadi lebih mudah dan efisien bagi para petugas bank sampah.

Selain mendapatkan materi teoritis, para peserta juga diajak untuk berpartisipasi aktif dalam kampanye lingkungan melalui lomba inovasi produk. Melalui perlombaan ini, masyarakat dapat merasakan pengalaman nyata dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle secara kreatif. Aktivitas ini terbukti mampu memicu semangat warga untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai ekonomi.

Penyaluran Bantuan Fasilitas Pengolahan Sampah BRI

Guna mendukung kelancaran program di lapangan, BRI Peduli memberikan bantuan fisik berupa dua unit komposter kepada Bank Sampah Cantik Resik. Alat ini memiliki fungsi vital untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk padat maupun pupuk cair yang berkualitas. Keberadaan komposter tersebut diharapkan mampu menekan volume limbah yang selama ini hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bantuan lain yang diserahkan meliputi keranjang sampah anorganik serta berbagai peralatan pendukung operasional lainnya bagi para pengelola. Kelengkapan fasilitas ini menjadi modal utama bagi warga Jatikramat untuk menjalankan sistem pengelolaan sampah yang lebih terorganisir. BRI berkomitmen agar bantuan ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar digunakan untuk produktivitas lingkungan setiap hari.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan bahwa sejalan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, pihaknya menegaskan komitmen nyata dalam membantu mengatasi permasalahan sampah di berbagai daerah. Masalah limbah di kota besar seperti Bekasi memang memerlukan penanganan yang terintegrasi antara sektor perbankan dan masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci utama keberhasilan program lingkungan dalam jangka panjang.

“Pelaksanaan Program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas’ di Bank Sampah Cantik Resik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional merupakan bentuk nyata kepedulian BRI dalam membantu mengatasi permasalahan sampah dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ungkap Dhanny seperti yang dikutip dari keterangan resmi perusahaan. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi strategis terhadap agenda nasional.

Kontribusi Nyata BRI Terhadap Gerakan Indonesia ASRI

Program ini juga merupakan wujud kontribusi dalam Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan kualitas lingkungan serta penguatan partisipasi sosial di seluruh penjuru negeri. BRI memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencapai target pembangunan yang berkelanjutan tersebut.

Hasil dari kegiatan di Kelurahan Jatikramat menunjukkan angka yang cukup signifikan dengan total 95,7 kg sampah yang berhasil dikumpulkan. Jumlah tersebut terdiri dari 8,18 kg sampah organik serta 87,52 kg sampah anorganik yang siap diolah kembali. Selain itu, kreativitas warga menghasilkan empat jenis produk olahan sampah anorganik dan satu produk inovasi dari sampah organik.

Secara nasional, inisiatif ini telah memberikan dampak luas pada pilar pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan sesuai dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2021, program ini sudah menjangkau 117 lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Sebaran lokasinya mencakup bank sampah, pasar tradisional, kelurahan, sekolah, hingga titik-titik aliran sungai yang rawan pencemaran.

Data internal menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mengumpulkan total 519,98 juta kg sampah anorganik dan 779,74 juta kg sampah organik. Pencapaian luar biasa lainnya adalah produksi ribuan liter pupuk organik cair serta puluhan ribu unit pupuk kompos. Bahkan, inisiatif ini diklaim mampu mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 2.366.226,88 kg CO2e yang berdampak pada perlambatan pemanasan global.

Dhanny menambahkan bahwa masyarakat di wilayah padat pemukiman kini memiliki keterampilan baru dalam memilah sampah dari rumah. Pengetahuan mengenai manajemen sampah yang diberikan mencakup pelatihan, pengadaan mesin pengolah, hingga penyediaan kendaraan penunjang operasional bank sampah. Transformasi perilaku ini menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi ketahanan lingkungan di masa depan.

Upaya yang konsisten dari BRI diharapkan dapat terus memotivasi sektor swasta lainnya untuk terjun langsung dalam isu lingkungan. Kesuksesan di Bekasi diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk melakukan gerakan serupa secara mandiri. Dengan kerja sama yang solid, persoalan sampah di Indonesia dapat diatasi secara bertahap demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Persoalan limbah rumah tangga memerlukan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat agar tidak mencemari lingkungan sekitar kita. Edukasi yang berkelanjutan seperti ini sangat efektif dalam membangun budaya disiplin dalam membuang dan memilah sampah. Kita perlu mengapresiasi langkah nyata yang menyentuh langsung akar rumput di tingkat kelurahan.

Pemanfaatan alat komposter harus dimaksimalkan oleh warga agar hasil pupuknya dapat digunakan untuk penghijauan lingkungan lokal. Selain mengurangi polusi, hasil olahan sampah tersebut juga bisa menjadi peluang usaha baru bagi ibu-ibu rumah tangga. Kreativitas dalam mengolah limbah anorganik menjadi kerajinan tangan juga patut dikembangkan lebih luas lagi.

Semangat Hari Peduli Sampah Nasional harus terus dijaga setiap hari, bukan hanya saat perayaan seremonial saja di lapangan. Kesadaran individu merupakan fondasi utama dalam menjaga kebersihan kota dari tumpukan sampah yang tidak terkelola. Mari kita mulai dari hal kecil dengan membawa kantong belanja sendiri dan mengurangi penggunaan plastik.

Kesimpulannya, kolaborasi antara institusi perbankan dan komunitas lokal terbukti mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan sampah di perkotaan. Program yang menyentuh aspek edukasi dan bantuan fisik ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka. Semoga program ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah di pelosok nusantara.

Keberlanjutan lingkungan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang di seluruh Indonesia. Dengan pengelolaan yang baik, sampah tidak lagi menjadi musuh, melainkan kawan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial. Mari kita sukseskan gerakan lingkungan demi bumi yang lebih hijau dan udara yang lebih bersih.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini